<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Radikun</title>
	<atom:link href="http://radikun.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radikun.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Radikun weblog</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:20:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Gajah Mada</title>
		<link>http://radikun.blogdetik.com/2011/07/23/mahasiswa-universitas-gajah-mada/</link>
		<comments>http://radikun.blogdetik.com/2011/07/23/mahasiswa-universitas-gajah-mada/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radikun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Mahasiswa Universitas Gajah Mada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radikun.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) kembali memboyong piala bergilir sebagai juara umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIV/2011 di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. UGM juga berhasil keluar sebagai juara umum pada penyelenggaraan Pimnas XXIII/2010 di Universitas Mahasaraswati Bali, dan Pimnas XXII/2009 di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.Pimnas XXIV/2011 di Unhas diikuti 91 universitas se-Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radikun.blogdetik.com/2011/07/23/mahasiswa-universitas-gajah-mada/">Mahasiswa Universitas Gajah Mada</a> (UGM) kembali memboyong piala bergilir sebagai juara umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIV/2011 di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. UGM juga berhasil keluar sebagai juara umum pada penyelenggaraan Pimnas XXIII/2010 di Universitas Mahasaraswati Bali, dan Pimnas XXII/2009 di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.Pimnas XXIV/2011 di Unhas diikuti 91 universitas se-Indonesia dengan memperlombakan 23 cabang. Pada pengumuman pemenang Pimnas XXIV/2011, Kamis (20/7) malam,UGM berhasil mengumpulkan 9 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu.<br />
<span id="more-7"></span></p>
<p>Di posisi kedua ditempati Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dengan perolehan 5 emas, 8 perak, dan 8 perunggu. Juara umum ketiga diraih Universitas Negeri Semarang (UNS), setelah berhasil mengumpulkan 2 emas, 1 perak, 2 perunggu, dan 2 juara favorit. Sementara tuan rumah Unhas, meski tidak berhasil masuk dalam jajaran sepuluh besar, berhasil mengumpulkan masingmasing satu emas, perak, perunggu, dan juara favorit.</p>
<p>Dalam lomba dan pameran inovasi mahasiswa tersebut, beberapa universitas di Sulsel tampak tidak bisa berbicara banyak. Selain Unhas, hanya Universitas Muhammadiyah Makassar yang berhasil meraih satu perak pada Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM). Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti Depdiknas Suryo Hapsoro Tri Utomo mengatakan, penelitian dan inovasi yang ditampilkan mahasiswa se-Indonesia yang berhasil lolos ke Pimnas terbilang luar biasa.</p>
<p>“Mahasiswa telah mengantarkan dan memperkenalkan kami karya yang luar biasa. Ini harus segera ditangkap industri agar perkembangan ilmu pengetahuan di negeri ini tetap terus berjalan. Sementara itu, mahasiswa juga akan selalu dituntut meningkatkan kualitas penelitian dan inovasinya,” ujar dia. Tahun ini, pihaknya telah mengalokasikan dana Rp4,5 miliar untuk membiayai 5.000 proposal yang dinyatakan layak diteliti lebih lanjut.Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Perinciannya, 90 judul PKMP,88 judul PKMK,66 judul PKMT,66 judul PKMM,dan 40 judul PKM-GT. Sementara itu, untuk lomba penunjang berupa lomba karya tulis (LKT) terdiri atas tentang lingkungan 41 judul, kewirausahaan 20 judul, kemaritiman bidang sosial budaya, ekonomi, hukum, dan kesehatan 28 judul,kemaritiman bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Rektor Unhas Prof Idrus A Paturusi berharap penelitian yang dihasilkan mahasiswa juga segera digandeng dunia industri untuk diproduksi. Banyaknya hasil penelitian yang diproduksi, itu akan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Mahasiswa yang akan menentukan masa depan bangsa ini pada masa mendatang.</p>
<p>Dengan melihat hasil hari ini, kami yakin, pada 2025, Indonesia akan dapat disejajarkan dengan negara maju lainnya di dunia ini. Dengan kegiatan seperti ini,atmosfer akademik di Unhas makin terasa,” pungkas mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas itu. Demikian catatan online <a href="http://radikun.blogdetik.com/">Radikun</a> yang berjudul Mahasiswa Universitas Gajah Mada.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radikun.blogdetik.com/2011/07/23/mahasiswa-universitas-gajah-mada/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi menetapkan dua pendukung Persebaya</title>
		<link>http://radikun.blogdetik.com/2011/01/24/polisi-menetapkan-dua-pendukung-persebaya/</link>
		<comments>http://radikun.blogdetik.com/2011/01/24/polisi-menetapkan-dua-pendukung-persebaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 04:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radikun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radikun.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Polisi menetapkan dua pendukung Persebaya (Bonek) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dua warga Lamongan Gilang Ramadhan dan Teguh Karembo. Akibat penganiayaan itu, Gilang tewas, sementara Teguh kritis.
Polisi menyita ataribut, baju, tas, sepatu, dan senjata tajam yang masih berlumuran darah dari dua tersangka. Kedua tersangka akan dikenai pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Polisi menetapkan dua pendukung Persebaya" href="http://radikun.blogdetik.com/2011/01/24/polisi-menetapkan-dua-pendukung-persebaya/" target="_self">Polisi menetapkan dua pendukung Persebaya</a> (Bonek) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dua warga Lamongan Gilang Ramadhan dan Teguh Karembo. Akibat penganiayaan itu, Gilang tewas, sementara Teguh kritis.</p>
<p>Polisi menyita ataribut, baju, tas, sepatu, dan senjata tajam yang masih berlumuran darah dari dua tersangka. Kedua tersangka akan dikenai pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. Hingga saat ini penyidik masih mendalami dan memeriksa tersangka.<br />
<span id="more-6"></span><br />
Sebelumnya, Kepolisian Resor Lamongan mengamankan 26 Bonek yang menumpang Kereta Api Kertajaya di stasiun Dapur Lamongan. Polres Lamongan juga berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro yang berhasil menjaring 31 Bonek.</p>
<p>Ke-26 Bonek yang terjaring di Lamongan dipulangkan karena mereka terjaring sebelum terjadi penganiyaan. Sementara 31 Bonek yang terjaring di Bojonegoro dilimpahkan ke Polres Lamongan dan menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan itu polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka.</p>
<p>Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lamongan, Ajun Komisaris Alit Alarino, memperkirakan tersangka bisa saja bertambah seiring dengan penyelidikan yang masih berlangsung. Dua orang yang ditetapkan tersangka AW dan AN warga Surabaya yang ingin menyaksikan pertandingan antara Persebaya 1927 dengan Tangerang Wolves FC, Tangerang.</p>
<p>Dikeroyok di kereta Sebelumnya, Sabtu (22/1/2011) dini hari terjadi aksi lempar batu antara bonek dengan warga Lamongan yang ada di sepanjang rel kereta api di Lamongan. Akibat aksi lempar batu ini puluhan rumah warga, satu masjid serta stasiun kereta api rusak. Akibatnya Sabtu sore polisi dan warga menyisir gerbong Kereta Api Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta. Sebanyak 26 bonek diminta turun lalu dibawa ke Mapolres Lamongan.</p>
<p>Sweeping berlangsung singkat karena kereta akan segera melanjutkan perjalanan. Saat itu Gilang, warga Perumda Deket, Kecamatan Deket, yang mengenakan kaos pendukung Persela warna biru muda akan turun, tetapi dia ditarik Bonek yang masih ada di Kereta.</p>
<p>Mengetahui itu dirigen supporter Persela, LA Mania Teguh Karembo, warga Dapur Lor Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Lamongan berusaha menolong. Namun jumlah Bonek lebih banyak.</p>
<p>Gilang dikeroyok hingga tewas lalu dilempar di Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan. Gilang mengalami luka sayatan dan luka tusuk di leher kiri serta bagian kepala berdarah. Sementara Teguh Karembo juga tak luput dari kebrutalan Bonek. Dia mengalami luka tusuk lengan kanan, luka sayat pipi kiri hingga telinga dan patah tulang karena berusaha kabur dengan melompat dari kereta. Teguh ditemukan warga di Desa Talun, Kecamatan Sukodadi.</p>
<p>Paman Gilang, Bambang menyatakan keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk mengusut kasus penganiyaan oleh Bonek. Keluarga menganggap kematian korban sudah takdir dan berharap supporter sepakbola tidak berbuat keonaran apalagi hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Gilang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Lamongan (Unisla).</p>
<p>Kasus keributan antara LA Mania dan Bonek bukan kali ini saja terjadi. Pada Januari 2010 Bonek juga melempari rumah warga dari kereta saat bertanding melawan Persib Bandung. Akhirnya saat itu sebagian warga Lamongan yang jengkel juga melakukan sweeping di kereta dan memaksa turun Bonek. Sembilan Bonek harus dirawat di RSUD Dr Soegiri Lamongan setelah dihajar sejumlah warga. Demikian catatan online <a title="Radikun" href="http://radikun.blogdetik.com/" target="_self">Radikun</a> tentang Polisi menetapkan dua pendukung Persebaya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radikun.blogdetik.com/2011/01/24/polisi-menetapkan-dua-pendukung-persebaya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penyidikan kasus dugaan korupsi</title>
		<link>http://radikun.blogdetik.com/2010/12/31/penyidikan-kasus-dugaan-korupsi/</link>
		<comments>http://radikun.blogdetik.com/2010/12/31/penyidikan-kasus-dugaan-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radikun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radikun.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan enam unit lift di Pemkot Surabaya terus bergulir.Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kemarin kembali menetapkan dua tersangka baru.

Dua tersangka itu adalah Suspriyanto dan Eko Bambang Erwanto. Mereka adalah pegawai negeri yang bertugas di lingkungan Pemkot Surabaya. Suspriyanto adalah pejabat pembuat komitmen (PPK), sedangkan Eko Bambang adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan enam unit lift di Pemkot Surabaya terus bergulir.Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kemarin kembali menetapkan dua tersangka baru.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Dua tersangka itu adalah Suspriyanto dan Eko Bambang Erwanto. Mereka adalah pegawai negeri yang bertugas di lingkungan Pemkot Surabaya. Suspriyanto adalah pejabat pembuat komitmen (PPK), sedangkan Eko Bambang adalah pengawas pembangunan lift di Rumah Sakit Umum Daerah Bakti Dharma Husada (RSUD BDH) Surabaya. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya M Fadil Zumhana menjelaskan, penetapan kedua tersangka ini setelah mendapatkan bukti kuat.</p>
<p>Bukti itu di antaranya berupa keterangan dari para saksi dan delapan tersangka lain. Dari situ penyidik mempunyai gambaran atas peran dari kedua tersangka itu. ”Dalam menetapkan tersangka, kami sangat berhati-hati.Terlebih,dalam kasus lift ini tergolong kasus yang cukup rumit,” tandasnya saat ditemui di Kejari Surabaya kemarin. Fadil mengungkapkan, Suspriyanto adalah salah satu pejabat yang ikut menandatangani surat perjanjian antara Pemkot Surabaya dengan kontraktor.</p>
<p>Dengan tanda tangan itulah dana bisa dicairkan. Penyidik memastikan bahwa tanpa ada tanda tangan Suspriyanto, pengadaan lift tidak akan bisa dilaksanakan. ”Keterlibatan Suspriyanto ini sudah pasti. Sebab, dia yang menandatangani kontrak dan perjanjian,” aku Fadil. Tersangka Eko Bambang punya peran berbeda. Dia ditugaskan sebagai pengawas pengadaan dan pembangunan lift di RSUD BDH. Dia ikut menandatangani pula pengadaan barang tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, dia punya peran penting dalam kasus ini. Dia dianggap lalai dalam menjalankan pengawasan. Akibatnya, Eko Bambang tidak tahu penyimpangan dalam pengadaan lift.Eko Bambang yang menandatangani pengadaan lift.”Adanya bukti itu sudah cukup kuat untuk menetapkan mereka sebagai tersangka,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya Danang Suryo Wibowo mengatakan, dalam waktu dekat ini dia akan memeriksa dua tersangka.</p>
<p>Dia mengatakan pula, saat ini sudah ada dua tersangka yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. ”Tinggal menunggu sidang pada 4 Januari mendatang,”ucapnya. Terkait kepastian kerugian negara, Danang tidak mau menyebutkan. Dia meminta untuk mendengarkan langsung dari dakwaan yang akan dibacakan dalam persidangan nanti. Tidak dibeberkannya jumlah kerugian negara tersebut lantaran tidak mau mendahului materi dalam persidangan nanti.</p>
<p>Sebelumnya Kejari Surabaya sudah menetapkan delapan tersangka. Mereka adalah mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya Aris Abdullah; Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Hariyanto; Ketua Tim Pemeriksa Barang Nur Wahyudi; anggota Tim Pemeriksa Barang Taufik. Mereka berasal dari DCKTR Pemkot Surabaya.</p>
<p>Kemudian Direktur PT Sentrum Konsultan, Ananto Sukmono; Direktur CV Aulia Konsolindo, Aulia Fitriati sebagai pihak konsultan pengawas.Sementara yang telah dilimpahkan ke PN adalah Direktur Utama PT Aneka Bangun Eka Pratama, Indra Lientungan, sebagai pemenang proyek pengadaan enam unit lift serta direktur PT Ilin Rudy Kuntjoro Soendoro sebagai pemasok lift.</p>
<p>Enam unit lift yang dipermasalahkan itu di antaranya tiga unit berada di Pemkot Surabaya dengan anggaran Rp3,9 miliar. Kemudian satu unit lift tabung di Pemkot Surabaya nilai anggarannya mencapai Rp1,695 miliar dan dua unit lift di RSUD BDH dengan anggaran Rp1,8 miliar. </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radikun.blogdetik.com/2010/12/31/penyidikan-kasus-dugaan-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Calhaj Minati Kartu Perdana Arab</title>
		<link>http://radikun.blogdetik.com/2010/10/16/calhaj-minati-kartu-perdana-arab/</link>
		<comments>http://radikun.blogdetik.com/2010/10/16/calhaj-minati-kartu-perdana-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 06:24:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radikun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Calhaj Minati Kartu Perdana Arab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radikun.blogdetik.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Kartu perdana operator seluler Arab Saudi yang tersedia di salah satu counter handphone di kawasan Asrama Haji Sudiang Makassar, diminati calon haji.

Sejak pemberangkatan Kloter 1, counter tersebut tidak pernah sepi pembeli. Salah seorang Calhaj asal Maluku Utara Nursiah ,42, mengaku, membeli kartu perdana Arab tersebut sebagai persiapan untuk berkomunikasi dengan keluarga yang ada di kampung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kartu perdana operator seluler Arab Saudi yang tersedia di salah satu counter handphone di kawasan Asrama Haji Sudiang Makassar, diminati calon haji.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Sejak pemberangkatan Kloter 1, counter tersebut tidak pernah sepi pembeli. Salah seorang Calhaj asal Maluku Utara Nursiah ,42, mengaku, membeli kartu perdana Arab tersebut sebagai persiapan untuk berkomunikasi dengan keluarga yang ada di kampung halaman saat berada di Tanah Suci Mekkah. Setelah mendapat penjelasan dari petugas counter akan kegunaan kartu perdana Arab Saudi tersebut dia mulai tertarik dan memutuskan membelinya.</p>
<p>Meski harganya sedikit mahal dari kartu yang ada di Indonesia. “Saat berada di Tanah Suci,saya harus tetap berkomunikasi dengan keluarga di Maluku Utara agar mereka juga bisa tetap mengetahui kondisi saya, jadi persiapan karena nanti kalau sudah disana pasti sibuk mencari untuk berkomunikasi dengan keluarga,”ucapnya. Salmiah seorang Calhaj lainnya juga mengaku,pembelian kartu perdana Arab nanti akan sangat dibutuhkan saat berada di tanah suci.</p>
<p>“Ini akan memudahkan menghubungi keluarga di rumah,”katanya. Seorang petugas konter yang menyediakan kartu perdana Arab Ridho ,27, mengatakan, dalam sehari,jumlah kartu perdana yang terjual cukup bervariasi, mulai dari tiga kartu hingga 10 kartu. “Jika dirata-ratakan, sejak awal pemberangkatan Haji ini, jumlah kartu perdana Arab yang sudah terjual mencapai 50-an kartu,” ungkapnya.</p>
<p>Dia juga mengaku, penjualan terbanyak terjadi dua hari yang lalu, saat pemberangkatan Calon Jamaah Haji Kloter VI asal Provinsi Maluku Utara. Ridho menyebutkan, kartu perdana Arab yang dijualnya seharga Rp180.000,yang didalamnya sudah terdapat pulsa sebesar 30 Riyal.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radikun.blogdetik.com/2010/10/16/calhaj-minati-kartu-perdana-arab/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Oknum Brimobda Dilaporkan Polisi</title>
		<link>http://radikun.blogdetik.com/2010/10/10/lima-oknum-brimobda-dilaporkan-polisi/</link>
		<comments>http://radikun.blogdetik.com/2010/10/10/lima-oknum-brimobda-dilaporkan-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 19:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radikun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Lima Oknum Brimobda Dilaporkan Polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radikun.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Wayan Suardika (19) warga Dusun Goris, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (9/10/2010) melaporkan kejadian pemukulan yang dilakukan sekitar lima orang oknum anggota Brigadir Mobil Kepolisian Daerah (Brimobda) Bali yang berlangsung. Selasa lalu di jalan raya kawasan Dusun Banyuwedang.
Menurut Suardika yang melaporkan aksi tersebut ke unit Propam Polres Buleleng, ia beserta keluarganya merasa kecewa atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wayan Suardika (19) warga Dusun Goris, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (9/10/2010) melaporkan kejadian pemukulan yang dilakukan sekitar lima orang oknum anggota Brigadir Mobil Kepolisian Daerah (Brimobda) Bali yang berlangsung. Selasa lalu di jalan raya kawasan Dusun Banyuwedang.</p>
<p>Menurut Suardika yang melaporkan aksi tersebut ke unit Propam Polres Buleleng, ia beserta keluarganya merasa kecewa atas perbuatan sewenang-wenang lima orang anggota Brimobda Bali tersebut.<br />
<span id="more-3"></span><br />
&#8220;Awalnya setelah kasus itu kami laporkan ke Polsek Gerokgak, dijanjikan bahwa pihak Brimobda Bali akan datang ke rumah dan mengklarifikasi perbuatan tersebut. Tapi, sampai detik ini belum ada seorngpun pihak kepolisian yang datang termasuk Kapolseknya,&#8221; kata Suardika.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait dengan kejadian tersebut, Kapolsek Gerokgak AKP Komang Reka Sanjaya membenarkan kejadian tersebut dan kasus itu sedang dalam tahap mediasi dengan pihak keluarga korban.</p>
<p>Terkait kronologis kejadian tersebut, Suardika mengatakan saat itu ia sedang berjalan di badan jalan sebelah pinggir dan datang dari arah barat.</p>
<p>Mendadak, lanjutnya, ia mendengar sopir truk yang mengendarai serta mengangkut pasukan Brimobda kompi Gilimanuk untuk meluncur saat terjadi keributan di Desa Lemukih, turun dan menendangnya dari arah belakang.</p>
<p>&#8220;Bukan hanya sopirnya tapi beberapa anggota Brimob lain juga turut memukul wajah saya hingga lebam dan sampai sekarang masih terasa sakit serta sering pusing,&#8221; kata Suardika.</p>
<p>Ia mengaku tidak mengenal identitas kelima oknum anggota Brimob itu karena yang terlihat hanya pukulan serta tendangan mengarah ke wajah serta bagian pipi kanan dan kiri.</p>
<p>Selain rasa sakit di bagian kepala, ia mengaku masih merasakan nyeri dibagian punggung akibat tendangan sepatu &#8220;boneng&#8221; milik pasukan pemukul Polri itu.</p>
<p>&#8220;Yang membuat kami jengkel, seolah permasalah ini dianggap sepele dan janji-janji ingin bertanggungjawab serta minta maaf kepada pihak keluarga ternyata hanya tinggal janji,&#8221; ucapnya</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radikun.blogdetik.com/2010/10/10/lima-oknum-brimobda-dilaporkan-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://radikun.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/</link>
		<comments>http://radikun.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radikun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang <a href="http://blogdetik.com/">Blogdetik.com</a>. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radikun.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.450 seconds -->

